berdirinya Desa Bekonang tak lepas dari sosok pengembara bernama Kiai Konang. Kiai yang disebut berhati baik, berwibawa, dan rendah hati itu berasal dari Kerajaan Majapahit.
Sosok Kiai Konang merupakan senopati dari Kerajaan Majapahit. Ia mempunyai tipikal orang yang tak suka dikenal orang. Salah satu alasannya yaitu agar dapat berguna bagi masyarakat.
Tak hanya itu, Kiai Konang juga mendirikan pasar di wilayah lereng barat Gunug Lawu. Berkembangnya pasar tersebut diikuti kemunculan preman-preman pasar yang membuat masyarakat resah.
Kiai Konang yang mendapatkan laporan warga kemudian menemui pimpinan preman pasar bernama Kiai Anggaspati. Perkelahian keduanya pun tak terhindarkan hingga dimenangkan oleh sang Senopati Majapahit yang bersenjata cambuk.
Kiai Konang yang banyak berjasa kemudian diabadikan namanya pada nama pasar yang ia dirikan, yakni Pasar Konon. Seiring berjalannya waktu, banyak masyarakat yang mengucapkan Pasar Bekonang. Hal itulah yang menjadi asal usul nama Bekonang. Ada versi lain yang menyebut Bekonang berasal dari tempat untuk berjualan tembakau yang dalam Bahasa Jawa disebut mbakonang.
Kiai Konang lantas berkenalan dengan sejumlah warga setempat. “Kiai Konang tak ingin lagi terlibat dalam urusan kerajaan dan jabatan. Dia ingin hidup sederhana di desa itu.